Makna sila, sikap terpuji, sejarah perumusan, dan karakter para perumus Pancasila!
Kata kunci: makna sila-sila Pancasila, kegiatan masyarakat, sikap dan perilaku terpuji, sejarah perumusan Pancasila, karakter perumus Pancasila.
Di kelas tiga, kamu telah mempelajari makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah. Kamu juga telah mengenal tokoh dan karakter para perumus Pancasila. Pada pembelajaran di kelas empat ini, kamu akan mempelajari materi yang sama. Hanya saja ada sedikit perbedaan. Pertama, penerapannya berada di lingkungan masyarakat. Kedua, adanya materi sejarah perumusan Pancasila.
Setelah mempelajari bab ini, kamu akan menjadi seorang pelajar Pancasila yang mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para perumus Pancasila.
Suasana kemeriahan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dapat terlihat di seluruh wilayah NKRI, tidak terkecuali di Desa Bineka. Para pemuda karang taruna Desa Bineka sibuk mempersiapkan acara peringatan HUT RI. Mereka membuat gapura di setiap gang, memasang pernak-pernik berwarna merah putih di sepanjang jalan, dan mempersiapkan lomba-lomba untuk warga masyarakatnya.
Seluruh warga desa sangat antusias membantu para pemuda karang taruna Desa Bineka dalam mempersiapkan acara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka bergotong royong membuat gapura, memasang bendera merah putih di sepanjang jalan, dan membuat arena perlombaan. Mereka juga tidak lupa melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Lomba-lomba di Desa Bineka sama seperti di daerah lainnya. Misalnya, lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba memasukkan benang ke jarum, lomba balap karung, dan lomba memecahkan balon air. Namun, yang menjadi ciri khas lomba di Desa Bineka adalah lomba balap bakiak yang disertai bernyanyi lagu-lagu wajib nasional. Lomba inilah yang Dani dan teman-temannya tunggu.
Dani dan Made mengikuti semua lomba, Dewi dan Hemalia mengikuti lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba memecahkan balon air, dan lomba bakiak. Laros dan Thamrin mengikuti lomba balap kelereng, lomba balap karung, lomba memecahkan balon air, dan lomba bakiak.
Ketika Laros tidak ikut lomba makan kerupuk karena tidak suka, teman-temannya tetap menghargai pilihan Laros. Mereka menerima kemenangan dengan perasaan senang dan syukur disertai sikap rendah hati. Mereka juga menerima kekalahan dengan sikap berjiwa besar.
| Sila Pancasila | Wujud dalam Masyarakat | Contoh Perilaku |
|---|---|---|
| 1. Ketuhanan Yang Maha Esa | Masyarakat yang mengutamakan toleransi dalam beragama dan kepercayaan | Menghormati tetangga yang berbeda agama |
| 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab | Masyarakat yang saling menolong atas nama kemanusiaan | Menjenguk tetangga sakit, memberi santunan |
| 3. Persatuan Indonesia | Masyarakat yang mencintai bangsa dan tanah air Indonesia | Ikut upacara bendera, memakai pakaian adat |
| 4. Kerakyatan | Masyarakat yang bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah | Bermusyawarah memilih ketua RT |
| 5. Keadilan Sosial | Masyarakat yang kehidupannya sejahtera | Membagi bantuan secara merata |
Sumber: Buku Pendidikan Pancasila Kelas IV, halaman 97–114.
| No | Kegiatan/Aktivitas | Perwujudan Sila ke- | Makna Sila/Nilai-Nilai Pancasila |
|---|---|---|---|
| 1 | Menjenguk orang sakit | 1 dan 2 | Nilai ibadah, kemanusiaan, dan kepedulian |
| 2 | Kerja bakti membersihkan lingkungan | 3 dan 5 | Persatuan, gotong royong, kepedulian lingkungan |
| 3 | Bermusyawarah memilih ketua RT | 4 | Demokrasi, menghargai pendapat |
| 4 | Membagi bantuan secara adil | 5 | Keadilan sosial |
| 5 | Menghormati tetangga yang berbeda agama | 1 | Toleransi beragama |
Pancasila adalah pandangan hidup dalam bersikap dan berperilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap anggota masyarakat harus meyakini nilai-nilai Pancasila sehingga dapat bersikap baik dan berperilaku luhur (akhlak mulia).
Toleransi adalah sikap saling menghormati, tenggang rasa, penuh kepedulian, dan saling menghargai perbedaan, baik individu maupun kelompok, agar tercipta suasana yang damai.
Dani, Laros, Made, Dewi, Thamrin, dan Hemalia pulang sekolah bersama-sama. Mereka membicarakan pelajaran tentang makna sila dalam Pancasila. Guru meminta mereka mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.
Ketika mereka berjalan bersama, tiba-tiba Hemalia melihat Laros membuang sampah plastik sembarangan.
Mereka semua lalu menyebutkan sila-sila Pancasila bersama-sama dengan penuh semangat.
Pelajaran: Menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk pengamalan Pancasila sila ke-2 (peduli sesama), ke-3 (cinta tanah air), dan ke-5 (sejahtera bersama).
| Makna Sila Pancasila | Praktik Baik di Lingkungan Masyarakat | Sila ke- |
|---|---|---|
| Masyarakat harus saling menghormati dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan agar tercipta kerukunan. | Menghormati perayaan hari besar agama lain; tidak mengganggu ibadah umat lain; menjaga kerukunan antarumat beragama. | 1 |
| Masyarakat mengutamakan rasa kemanusiaan kepada anggota masyarakat lainnya dengan saling menolong dalam kebaikan. | Menolong korban bencana alam; menjenguk tetangga sakit; memberi santunan anak yatim. | 2 |
| Mengajak masyarakat untuk mencintai berbagai macam tradisi, bahasa, dan budaya suku bangsa di Indonesia demi menjaga keutuhan bangsa. | Mencintai tradisi, bahasa, dan budaya suku bangsa; ikut upacara bendera; memakai pakaian adat Nusantara. | 3 |
| Masyarakat dalam melaksanakan hasil kesepakatan harus dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan. | Berani memberikan pendapat; menghargai pendapat orang lain; melaksanakan hasil kesepakatan dengan tanggung jawab. | 4 |
| Masyarakat yang kehidupannya sejahtera, adil, dan makmur. | Membagi bantuan secara merata; peduli kepada fakir miskin; menciptakan masyarakat yang sejahtera. | 5 |
Kakek Jati menceritakan kepada Made dan teman-temannya tentang sejarah Pancasila.
"Pancasila itu falsafah bangsa dan dasar negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila. Pancasila itu usulan Bapak Sukarno pada tanggal 1 Juni 1945 saat sidang BPUPK."
Laros: "Apa itu BPUPK, Kek?"
Kakek Jati: "BPUPK itu Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan. Sidang pertamanya dilaksanakan pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. Ketika itu, para tokoh pahlawan bangsa membahas dasar negara merdeka untuk Indonesia. Mereka di antaranya adalah Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua. Total anggotanya ada 69 orang."
Dani: "Bapak Sukarno dan Bapak Mohammad Hatta di mana saat itu, Kek?"
Kakek Jati: "Beliau saat itu menjadi anggota BPUPK dan pengusul dasar negara Indonesia merdeka."
"Jadi, pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 berlangsung sidang BPUPK yang dibuka oleh ketuanya, Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Setelah tiga hari bersidang, baru pada hari keempat yakni tanggal 1 Juni 1945, dalam pidatonya, Sukarno mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara bila Indonesia merdeka. Tanggal 1 Juni 1945 ini kemudian dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila dan diperingati setiap tahun."
"Panitia Sembilan adalah panitia kecil yang dibentuk setelah sidang BPUPK. Jumlahnya ada sembilan orang. Panitia ini diketuai oleh Ir. Sukarno, dan beranggotakan Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, Muhammad Yamin, K.H. Wachid Hasyim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, H. Agus Salim, dan Alexander Andries Maramis. Panitia ini bertugas merumuskan sila-sila Pancasila yang diusulkan oleh Ir. Sukarno. Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia ini menetapkan Piagam Jakarta. Rumusan Piagam Jakarta inilah yang kemudian dibahas tanggal 18 Agustus 1945 dan kemudian dicantumkan ke dalam Pembukaan UUD 1945."
| No | Tanggal | Peristiwa |
|---|---|---|
| 1 | 29 Mei – 1 Juni 1945 | Sidang pertama BPUPK — membahas dasar negara. Ketua: Dr. Radjiman Wedyodiningrat, anggota 69 orang. |
| 2 | 1 Juni 1945 | Ir. Sukarno berpidato mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara → diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. |
| 3 | Setelah sidang BPUPK | Dibentuk Panitia Sembilan (ketua Ir. Sukarno) yang bertugas merumuskan sila-sila Pancasila. |
| 4 | 22 Juni 1945 | Panitia Sembilan menetapkan Piagam Jakarta. |
| 5 | 7 Agustus 1945 | Dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) — ketua Ir. Sukarno, wakil Moh. Hatta. Tugas BPUPK selesai. |
| 6 | 18 Agustus 1945 | PPKI mengesahkan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea keempat). |
Sumber: Buku Pendidikan Pancasila Kelas IV, halaman 115–138.
| No | Nama | Peran |
|---|---|---|
| 1 | Ir. Sukarno | Ketua |
| 2 | Mohammad Hatta | Anggota |
| 3 | Achmad Soebardjo | Anggota |
| 4 | Muhammad Yamin | Anggota |
| 5 | K.H. Wachid Hasyim | Anggota |
| 6 | Abdoel Kahar Moezakir | Anggota |
| 7 | Abikoesno Tjokrosoejoso | Anggota |
| 8 | H. Agus Salim | Anggota |
| 9 | Alexander Andries Maramis | Anggota |
Dani dan keluarganya selesai melaksanakan ibadah bersama. Bapak Dani memberanikan diri memberi tahu bahwa ia diberhentikan dari pekerjaannya karena pabriknya terdampak pandemi Covid-19.
Bapak Dani: "Bapak mau keliling jualan donat kentang, ya, Bu!"
Ibu Dani: "Ibu selalu siap membantu Bapak."
Dani: "Bapak, aku boleh tidak bantu jual donatnya di sekolah?"
Dani berjualan donat keliling ke rumah-rumah sepulang sekolah. Sorenya tetap mengaji, malamnya tetap belajar. Ia tidak pernah mengeluh.
Bapak Dani: "Bapak bangga sama kamu, Dani. Bapak jadi teringat semangat para pahlawan bangsa ini yang gagah berani, pantang menyerah, dan rela berkorban harta dan nyawa dalam melawan penjajah demi meraih kemerdekaan Indonesia."
Dani: "Tadi di sekolah, Bu Ika juga mengatakan bahwa kita harus memiliki karakter seperti karakternya para perumus Pancasila, seperti berani berjuang dan berkata benar, berjiwa besar, menghargai pendapat orang lain, mengutamakan persatuan bangsa, pantang menyerah, dan rela berkorban."
Keluarga Dani terus berusaha dan berdoa. Akhirnya mereka mampu menjalani kehidupan dalam keadaan serba kecukupan. Ayah sudah punya kios sendiri dan Dani punya sepatu baru dari hasil tabungannya sendiri.
"Hasil tidak akan mengkhianati usaha."
| Karakter | Alasan / Penjelasan |
|---|---|
| Berani Jujur | Mengatakan kebenaran dan berani berpendapat, meskipun berbeda dengan orang lain. |
| Berjiwa Besar | Menerima keputusan bersama dengan lapang dada, tidak marah ketika pendapatnya tidak diterima. |
| Pantang Menyerah | Terus berjuang tanpa putus asa, tidak mudah menyerah pada keadaan. |
| Cinta Tanah Air dan Bangsa | Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. |
| Menghargai Pendapat Orang Lain | Mau mendengar, bermusyawarah, dan menghormati perbedaan pendapat. |
| Rela Berkorban | Mengorbankan waktu, tenaga, bahkan harta demi kepentingan bangsa dan negara. |
Setelah mempelajari makna sila-sila Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sejarah perumusan Pancasila, dan karakter perumus Pancasila:
Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus:
"Aku Pelajar Pancasila — Beriman, Bertakwa, Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif."
Pilih video di bawah ini, lalu tiru gerakan dan nyanyiannya bersama-sama. Dijamin kelas langsung semangat!
Gerakan senam irama yang seru dengan lagu "Pelajar Pancasila". Cocok untuk pemanasan dan melatih kekompakan.
Tonton di YouTubeTips: Putar video, lalu ikuti gerakannya bersama seluruh kelas.
Yel-yel viral yang biasa dilakukan guru dan murid SD. Bisa langsung ditiru untuk membangun semangat kebangsaan.
Tonton di YouTubeTips: Tonton sekali, lalu ulangi bersama-sama tanpa video.
Tepuk tangan sambil menyebutkan sila-sila Pancasila. Sederhana, seru, dan langsung mengingatkan materi.
Tonton di YouTubeTips: Setelah menonton, minta siswa mempraktikkan tanpa video.
Lagu resmi ciptaan Soeharti & Dede Kurniawan tentang profil pelajar Pancasila. Cocok dinyanyikan bersama sebelum atau sesudah ice breaking.
Tonton di YouTubeTips: Nyanyikan bersama sambil berdiri untuk suasana yang lebih hidup.
Lagu wajib nasional ciptaan H. Mutahar. Selaras dengan materi "Lomba di Desa Bineka" yang menyanyikan lagu wajib.
Tonton di YouTubeTips: Nyanyikan bersama sambil menirukan gerakan sederhana.
Video animasi tentang sejarah perumusan Pancasila untuk anak SD.
Tonton di YouTubeTips: Tonton sebagai pengantar sebelum masuk materi inti.
Tiga permainan singkat untuk menguatkan pemahamanmu tentang makna sila, sikap terpuji, dan karakter perumus Pancasila.
Klik kartu di bawah, lalu klik keranjang yang sesuai. Benar = +10 poin.
Balik dua kartu. Cocokkan istilah dengan maknanya!
Capai skor 80+ di Game 1, selesaikan semua kartu di Game 2, dan selesaikan 6 pasangan di Game 3 dengan percobaan < 15 kali. Laporkan hasilmu ke guru!
Video animasi singkat tentang makna sila, sejarah perumusan, dan karakter perumus Pancasila. Aktifkan suara untuk narasi otomatis.
Video tambahan untuk memperdalam materi. Tombol membuka YouTube di tab baru.
Baca pernyataan dengan cermat. Tentukan apakah pernyataan itu BENAR atau SALAH berdasarkan materi Bab 4!
Sebutkan 3 contoh perilaku masyarakat yang mencerminkan sila ke-1 hingga ke-5.
Tuliskan pengalamanmu mengamalkan sikap toleran, peduli, musyawarah, atau adil.
Susun kembali alur peristiwa perumusan Pancasila beserta tanggalnya.
Pilih satu karakter perumus Pancasila yang ingin kamu teladani dan jelaskan alasannya.
Hasil LKPD akan otomatis terkirim ke guru dan tersimpan di database sekolah.
20 soal pilihan ganda Bab 4. Nilai otomatis tersimpan ke nilai tugas (rapor).
Jawab dengan jujur. Tidak ada jawaban salah di sini!
Hasil refleksi otomatis tersimpan di catatan harian siswa (kategori Akademik, berawalan [Refleksi Pancasila dalam Diriku]). Guru dapat melihat dan menghapusnya di tab Rekap Guru.
Menampilkan data siswa Kelas 4: nilai tugas, refleksi, dan LKPD Bab 4. Data dapat dihapus dengan kode guru.