Pendidikan Pancasila • Kelas 4 SD

Pancasila dalam Diriku

Makna sila, sikap terpuji, sejarah perumusan, dan karakter para perumus Pancasila!

Bab 4 — Pancasila dalam Diriku

Tujuan Pembelajaran

  • Menemukan dan mengenal makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.
  • Menunjukkan dan mempraktikkan sikap/perilaku yang sesuai nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
  • Mengenal dan meneladani karakter para perumus Pancasila.

Kata kunci: makna sila-sila Pancasila, kegiatan masyarakat, sikap dan perilaku terpuji, sejarah perumusan Pancasila, karakter perumus Pancasila.

Apersepsi

Di kelas tiga, kamu telah mempelajari makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah. Kamu juga telah mengenal tokoh dan karakter para perumus Pancasila. Pada pembelajaran di kelas empat ini, kamu akan mempelajari materi yang sama. Hanya saja ada sedikit perbedaan. Pertama, penerapannya berada di lingkungan masyarakat. Kedua, adanya materi sejarah perumusan Pancasila.

Setelah mempelajari bab ini, kamu akan menjadi seorang pelajar Pancasila yang mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para perumus Pancasila.

A. Makna Sila-Sila Pancasila di Masyarakat

Bacaan: "Lomba di Desa Bineka"

Suasana kemeriahan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dapat terlihat di seluruh wilayah NKRI, tidak terkecuali di Desa Bineka. Para pemuda karang taruna Desa Bineka sibuk mempersiapkan acara peringatan HUT RI. Mereka membuat gapura di setiap gang, memasang pernak-pernik berwarna merah putih di sepanjang jalan, dan mempersiapkan lomba-lomba untuk warga masyarakatnya.

Seluruh warga desa sangat antusias membantu para pemuda karang taruna Desa Bineka dalam mempersiapkan acara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka bergotong royong membuat gapura, memasang bendera merah putih di sepanjang jalan, dan membuat arena perlombaan. Mereka juga tidak lupa melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.

Lomba-lomba di Desa Bineka sama seperti di daerah lainnya. Misalnya, lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba memasukkan benang ke jarum, lomba balap karung, dan lomba memecahkan balon air. Namun, yang menjadi ciri khas lomba di Desa Bineka adalah lomba balap bakiak yang disertai bernyanyi lagu-lagu wajib nasional. Lomba inilah yang Dani dan teman-temannya tunggu.

Dani dan Made mengikuti semua lomba, Dewi dan Hemalia mengikuti lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba memecahkan balon air, dan lomba bakiak. Laros dan Thamrin mengikuti lomba balap kelereng, lomba balap karung, lomba memecahkan balon air, dan lomba bakiak.

Ketika Laros tidak ikut lomba makan kerupuk karena tidak suka, teman-temannya tetap menghargai pilihan Laros. Mereka menerima kemenangan dengan perasaan senang dan syukur disertai sikap rendah hati. Mereka juga menerima kekalahan dengan sikap berjiwa besar.

Lambang Sila-Sila Pancasila

Sila 1
Ketuhanan Yang Maha Esa
Bintang emas — cahaya Tuhan bagi seluruh bangsa.
Sila 2
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Rantai emas — manusia saling terhubung.
Sila 3
Persatuan Indonesia
Pohon beringin — tempat berlindung bersama.
Sila 4
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kepala banteng — hewan sosial yang kuat bersama.
Sila 5
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Padi dan kapas — sandang & pangan untuk semua.

Makna Sila Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat

Sila PancasilaWujud dalam MasyarakatContoh Perilaku
1. Ketuhanan Yang Maha EsaMasyarakat yang mengutamakan toleransi dalam beragama dan kepercayaanMenghormati tetangga yang berbeda agama
2. Kemanusiaan yang Adil dan BeradabMasyarakat yang saling menolong atas nama kemanusiaanMenjenguk tetangga sakit, memberi santunan
3. Persatuan IndonesiaMasyarakat yang mencintai bangsa dan tanah air IndonesiaIkut upacara bendera, memakai pakaian adat
4. KerakyatanMasyarakat yang bermusyawarah dalam menyelesaikan masalahBermusyawarah memilih ketua RT
5. Keadilan SosialMasyarakat yang kehidupannya sejahteraMembagi bantuan secara merata

Sumber: Buku Pendidikan Pancasila Kelas IV, halaman 97–114.

Contoh Kegiatan Masyarakat yang Mencerminkan Pancasila

NoKegiatan/AktivitasPerwujudan Sila ke-Makna Sila/Nilai-Nilai Pancasila
1Menjenguk orang sakit1 dan 2Nilai ibadah, kemanusiaan, dan kepedulian
2Kerja bakti membersihkan lingkungan3 dan 5Persatuan, gotong royong, kepedulian lingkungan
3Bermusyawarah memilih ketua RT4Demokrasi, menghargai pendapat
4Membagi bantuan secara adil5Keadilan sosial
5Menghormati tetangga yang berbeda agama1Toleransi beragama

B. Sikap dan Perilaku Pengamalan Pancasila di Masyarakat

Pengertian

Pancasila adalah pandangan hidup dalam bersikap dan berperilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap anggota masyarakat harus meyakini nilai-nilai Pancasila sehingga dapat bersikap baik dan berperilaku luhur (akhlak mulia).

Toleransi adalah sikap saling menghormati, tenggang rasa, penuh kepedulian, dan saling menghargai perbedaan, baik individu maupun kelompok, agar tercipta suasana yang damai.

Cerita Bermain Peran: "Pancasila dalam Diriku"

Dani, Laros, Made, Dewi, Thamrin, dan Hemalia pulang sekolah bersama-sama. Mereka membicarakan pelajaran tentang makna sila dalam Pancasila. Guru meminta mereka mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

Ketika mereka berjalan bersama, tiba-tiba Hemalia melihat Laros membuang sampah plastik sembarangan.

  • Dewi: "Laros, kenapa kamu buang sampah sembarangan?"
  • Laros: "Memangnya kenapa, Dewi?"
  • Dewi: "Kamu tidak sayang dengan lingkungan di sekitarmu yang bersih?"
  • Laros: "Aku sayangnya sama ibu bapakku."
  • Dewi: "Oh, sayang itu tidak mesti sama manusia saja, Laros. Kepada hewan, tumbuhan, dan lingkungan alam pun kita harus sayang. Ya, dengan cara merawat dan menjaganya."
  • Dani: "Betul itu, Bu Guru juga sudah sampaikan kalau menjaga kebersihan lingkungan itu bagian dari mempraktikkan Pancasila sila kedua, ketiga, dan kelima."

Mereka semua lalu menyebutkan sila-sila Pancasila bersama-sama dengan penuh semangat.

Pelajaran: Menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk pengamalan Pancasila sila ke-2 (peduli sesama), ke-3 (cinta tanah air), dan ke-5 (sejahtera bersama).

Praktik Baik Makna Sila Pancasila di Lingkungan Masyarakat

Makna Sila PancasilaPraktik Baik di Lingkungan MasyarakatSila ke-
Masyarakat harus saling menghormati dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan agar tercipta kerukunan.Menghormati perayaan hari besar agama lain; tidak mengganggu ibadah umat lain; menjaga kerukunan antarumat beragama.1
Masyarakat mengutamakan rasa kemanusiaan kepada anggota masyarakat lainnya dengan saling menolong dalam kebaikan.Menolong korban bencana alam; menjenguk tetangga sakit; memberi santunan anak yatim.2
Mengajak masyarakat untuk mencintai berbagai macam tradisi, bahasa, dan budaya suku bangsa di Indonesia demi menjaga keutuhan bangsa.Mencintai tradisi, bahasa, dan budaya suku bangsa; ikut upacara bendera; memakai pakaian adat Nusantara.3
Masyarakat dalam melaksanakan hasil kesepakatan harus dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan.Berani memberikan pendapat; menghargai pendapat orang lain; melaksanakan hasil kesepakatan dengan tanggung jawab.4
Masyarakat yang kehidupannya sejahtera, adil, dan makmur.Membagi bantuan secara merata; peduli kepada fakir miskin; menciptakan masyarakat yang sejahtera.5

C. Sejarah Perumusan Pancasila

Cerita Kakek Jati

Kakek Jati menceritakan kepada Made dan teman-temannya tentang sejarah Pancasila.

"Pancasila itu falsafah bangsa dan dasar negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila. Pancasila itu usulan Bapak Sukarno pada tanggal 1 Juni 1945 saat sidang BPUPK."

Laros: "Apa itu BPUPK, Kek?"

Kakek Jati: "BPUPK itu Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan. Sidang pertamanya dilaksanakan pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. Ketika itu, para tokoh pahlawan bangsa membahas dasar negara merdeka untuk Indonesia. Mereka di antaranya adalah Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua. Total anggotanya ada 69 orang."

Dani: "Bapak Sukarno dan Bapak Mohammad Hatta di mana saat itu, Kek?"

Kakek Jati: "Beliau saat itu menjadi anggota BPUPK dan pengusul dasar negara Indonesia merdeka."

"Jadi, pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 berlangsung sidang BPUPK yang dibuka oleh ketuanya, Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Setelah tiga hari bersidang, baru pada hari keempat yakni tanggal 1 Juni 1945, dalam pidatonya, Sukarno mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara bila Indonesia merdeka. Tanggal 1 Juni 1945 ini kemudian dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila dan diperingati setiap tahun."

"Panitia Sembilan adalah panitia kecil yang dibentuk setelah sidang BPUPK. Jumlahnya ada sembilan orang. Panitia ini diketuai oleh Ir. Sukarno, dan beranggotakan Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, Muhammad Yamin, K.H. Wachid Hasyim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, H. Agus Salim, dan Alexander Andries Maramis. Panitia ini bertugas merumuskan sila-sila Pancasila yang diusulkan oleh Ir. Sukarno. Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia ini menetapkan Piagam Jakarta. Rumusan Piagam Jakarta inilah yang kemudian dibahas tanggal 18 Agustus 1945 dan kemudian dicantumkan ke dalam Pembukaan UUD 1945."

Alur Peristiwa Sejarah Perumusan Pancasila

NoTanggalPeristiwa
129 Mei – 1 Juni 1945Sidang pertama BPUPK — membahas dasar negara. Ketua: Dr. Radjiman Wedyodiningrat, anggota 69 orang.
21 Juni 1945Ir. Sukarno berpidato mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara → diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
3Setelah sidang BPUPKDibentuk Panitia Sembilan (ketua Ir. Sukarno) yang bertugas merumuskan sila-sila Pancasila.
422 Juni 1945Panitia Sembilan menetapkan Piagam Jakarta.
57 Agustus 1945Dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) — ketua Ir. Sukarno, wakil Moh. Hatta. Tugas BPUPK selesai.
618 Agustus 1945PPKI mengesahkan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea keempat).

Sumber: Buku Pendidikan Pancasila Kelas IV, halaman 115–138.

Anggota Panitia Sembilan

NoNamaPeran
1Ir. SukarnoKetua
2Mohammad HattaAnggota
3Achmad SoebardjoAnggota
4Muhammad YaminAnggota
5K.H. Wachid HasyimAnggota
6Abdoel Kahar MoezakirAnggota
7Abikoesno TjokrosoejosoAnggota
8H. Agus SalimAnggota
9Alexander Andries MaramisAnggota

D. Karakter Para Perumus Pancasila

Cerita: "Keluarga Dani Pantang Menyerah"

Dani dan keluarganya selesai melaksanakan ibadah bersama. Bapak Dani memberanikan diri memberi tahu bahwa ia diberhentikan dari pekerjaannya karena pabriknya terdampak pandemi Covid-19.

Bapak Dani: "Bapak mau keliling jualan donat kentang, ya, Bu!"

Ibu Dani: "Ibu selalu siap membantu Bapak."

Dani: "Bapak, aku boleh tidak bantu jual donatnya di sekolah?"

Dani berjualan donat keliling ke rumah-rumah sepulang sekolah. Sorenya tetap mengaji, malamnya tetap belajar. Ia tidak pernah mengeluh.

Bapak Dani: "Bapak bangga sama kamu, Dani. Bapak jadi teringat semangat para pahlawan bangsa ini yang gagah berani, pantang menyerah, dan rela berkorban harta dan nyawa dalam melawan penjajah demi meraih kemerdekaan Indonesia."

Dani: "Tadi di sekolah, Bu Ika juga mengatakan bahwa kita harus memiliki karakter seperti karakternya para perumus Pancasila, seperti berani berjuang dan berkata benar, berjiwa besar, menghargai pendapat orang lain, mengutamakan persatuan bangsa, pantang menyerah, dan rela berkorban."

Keluarga Dani terus berusaha dan berdoa. Akhirnya mereka mampu menjalani kehidupan dalam keadaan serba kecukupan. Ayah sudah punya kios sendiri dan Dani punya sepatu baru dari hasil tabungannya sendiri.

"Hasil tidak akan mengkhianati usaha."

Karakter Baik Para Perumus Pancasila

KarakterAlasan / Penjelasan
Berani JujurMengatakan kebenaran dan berani berpendapat, meskipun berbeda dengan orang lain.
Berjiwa BesarMenerima keputusan bersama dengan lapang dada, tidak marah ketika pendapatnya tidak diterima.
Pantang MenyerahTerus berjuang tanpa putus asa, tidak mudah menyerah pada keadaan.
Cinta Tanah Air dan BangsaMengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Menghargai Pendapat Orang LainMau mendengar, bermusyawarah, dan menghormati perbedaan pendapat.
Rela BerkorbanMengorbankan waktu, tenaga, bahkan harta demi kepentingan bangsa dan negara.

Rangkuman Bab 4

  • Lambang sila Pancasila: Bintang (1), Rantai (2), Pohon Beringin (3), Kepala Banteng (4), Padi & Kapas (5).
  • Makna sila di masyarakat: toleransi (1), menolong (2), cinta tanah air (3), musyawarah (4), sejahtera/adil (5).
  • BPUPK — Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan, sidang pertama 29 Mei – 1 Juni 1945, ketua Dr. Radjiman Wedyodiningrat, anggota 69 orang.
  • 1 Juni 1945 — Ir. Sukarno mengusulkan Pancasila → diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
  • Panitia Sembilan — panitia kecil yang diketuai Ir. Sukarno, bertugas merumuskan sila-sila Pancasila. Menetapkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.
  • PPKI — Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dibentuk 7 Agustus 1945. Ketua Ir. Sukarno, wakil Moh. Hatta.
  • 18 Agustus 1945 — PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara dalam Pembukaan UUD 1945.
  • Karakter perumus Pancasila — berani jujur, berjiwa besar, pantang menyerah, cinta tanah air, menghargai pendapat, rela berkorban.

Refleksi Bab 4

Setelah mempelajari makna sila-sila Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sejarah perumusan Pancasila, dan karakter perumus Pancasila:

  1. Saya memahami bahwa ....
  2. Saya ingin lebih tahu tentang ....
  3. Saya mendapatkan banyak manfaat di antaranya ....
  4. Saya akan melakukan ....

Pesan untuk Pelajar Pancasila

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus:

  • Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, di rumah, sekolah, dan masyarakat.
  • Meneladani karakter para perumus Pancasila: berani jujur, berjiwa besar, pantang menyerah, cinta tanah air, dan rela berkorban.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.
  • Bersyukur kepada Tuhan dengan rajin ibadah, tekun belajar, berkasih sayang kepada sesama, dan peduli lingkungan.

"Aku Pelajar Pancasila — Beriman, Bertakwa, Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif."

Ice Breaking — Video Seru!

Pilih video di bawah ini, lalu tiru gerakan dan nyanyiannya bersama-sama. Dijamin kelas langsung semangat!

Senam Pelajar Pancasila

Gerakan senam irama yang seru dengan lagu "Pelajar Pancasila". Cocok untuk pemanasan dan melatih kekompakan.

Tonton di YouTube

Tips: Putar video, lalu ikuti gerakannya bersama seluruh kelas.

Yel-Yel "Saya Indonesia, Saya Pancasila"

Yel-yel viral yang biasa dilakukan guru dan murid SD. Bisa langsung ditiru untuk membangun semangat kebangsaan.

Tonton di YouTube

Tips: Tonton sekali, lalu ulangi bersama-sama tanpa video.

Tepuk Pancasila

Tepuk tangan sambil menyebutkan sila-sila Pancasila. Sederhana, seru, dan langsung mengingatkan materi.

Tonton di YouTube

Tips: Setelah menonton, minta siswa mempraktikkan tanpa video.

Lagu "Aku Pelajar Pancasila"

Lagu resmi ciptaan Soeharti & Dede Kurniawan tentang profil pelajar Pancasila. Cocok dinyanyikan bersama sebelum atau sesudah ice breaking.

Tonton di YouTube

Tips: Nyanyikan bersama sambil berdiri untuk suasana yang lebih hidup.

Lagu "Hari Merdeka"

Lagu wajib nasional ciptaan H. Mutahar. Selaras dengan materi "Lomba di Desa Bineka" yang menyanyikan lagu wajib.

Tonton di YouTube

Tips: Nyanyikan bersama sambil menirukan gerakan sederhana.

Video Sejarah Pancasila

Video animasi tentang sejarah perumusan Pancasila untuk anak SD.

Tonton di YouTube

Tips: Tonton sebagai pengantar sebelum masuk materi inti.

Panduan Singkat untuk Guru

  1. Pilih satu video sesuai energi kelas saat itu.
  2. Tonton bersama selama 1–2 menit pertama.
  3. Ulangi bersama-sama tanpa video (jika memungkinkan).
  4. Lanjut ke materi dengan suasana yang sudah segar.

Ayo Bermain! (Penguatan Materi Bab 4)

Tiga permainan singkat untuk menguatkan pemahamanmu tentang makna sila, sikap terpuji, dan karakter perumus Pancasila.

Game 1 — Tebak Makna Sila & Tokoh

Soal 1/8 Skor: 0
Memuat…

Game 2 — Sesuai atau Tidak Sesuai Pancasila?

Klik kartu di bawah, lalu klik keranjang yang sesuai. Benar = +10 poin.

SESUAI PANCASILA

TIDAK SESUAI

Pilih satu kartu dulu, lalu klik keranjang.
Skor: 0 / 0

Game 3 — Memory Match Sejarah Pancasila

Balik dua kartu. Cocokkan istilah dengan maknanya!

Pasangan: 0/6 Percobaan: 0
Klik kartu untuk membuka.

Tantangan

Capai skor 80+ di Game 1, selesaikan semua kartu di Game 2, dan selesaikan 6 pasangan di Game 3 dengan percobaan < 15 kali. Laporkan hasilmu ke guru!

Video Pembelajaran Bab 4

Video animasi singkat tentang makna sila, sejarah perumusan, dan karakter perumus Pancasila. Aktifkan suara untuk narasi otomatis.

Pertanyaan Pemantik

  • Mengapa Pancasila disebut pandangan hidup bangsa?
  • Bagaimana cara meneladani karakter para perumus Pancasila?
  • Mengapa tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila?

Video YouTube Bab 4

Video tambahan untuk memperdalam materi. Tombol membuka YouTube di tab baru.

Makna Sila-Sila Pancasila

Cari video makna sila Pancasila untuk kelas 4 SD.

Cari di YouTube

Sejarah Perumusan Pancasila

Cari video sejarah perumusan Pancasila kelas 4 SD.

Cari di YouTube

Karakter Perumus Pancasila

Cari video karakter para perumus Pancasila.

Cari di YouTube

Hari Lahir Pancasila

Cari video Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Cari di YouTube

Simulator: Benar atau Salah? (Bab 4)

Baca pernyataan dengan cermat. Tentukan apakah pernyataan itu BENAR atau SALAH berdasarkan materi Bab 4!

Pernyataan 1/12 Skor: 0
Benar: 0 Salah: 0
Pernyataan:
Memuat…
MAKNA / SIKAP / SEJARAH
🏆
Selesai!
Kamu telah menyelesaikan semua pernyataan.
Skor: 0 / 0

Tips

  • Makna sila: toleransi (1), menolong (2), cinta tanah air (3), musyawarah (4), adil (5).
  • Sejarah: BPUPK → 1 Juni 1945 (Pancasila diusulkan) → Panitia Sembilan → Piagam Jakarta 22 Juni 1945 → PPKI 7 Agustus 1945 → Pengesahan 18 Agustus 1945.
  • Karakter perumus: berani jujur, berjiwa besar, pantang menyerah, cinta tanah air, menghargai pendapat, rela berkorban.

Diskusi Kelompok

Alur Diskusi (5M)

  1. Mengamati keberagaman dan pengamalan Pancasila di lingkungan sekitar.
  2. Menanya hal yang belum dipahami kepada anggota kelompok.
  3. Mencoba mengumpulkan informasi tentang sila-sila Pancasila dan perumusnya.
  4. Menalar: mengapa Pancasila penting diamalkan dalam masyarakat?
  5. Mengomunikasikan hasil di depan kelas.

1. Bagi Kelompok

2. Tugas Kelompok

A. Makna Sila Pancasila

Sebutkan 3 contoh perilaku masyarakat yang mencerminkan sila ke-1 hingga ke-5.

B. Sikap Terpuji

Tuliskan pengalamanmu mengamalkan sikap toleran, peduli, musyawarah, atau adil.

C. Sejarah Perumusan

Susun kembali alur peristiwa perumusan Pancasila beserta tanggalnya.

D. Karakter Perumus

Pilih satu karakter perumus Pancasila yang ingin kamu teladani dan jelaskan alasannya.

3. Penghitung Waktu

10:00

4. Lembar Kerja Kelompok (LKPD)

Hasil LKPD akan otomatis terkirim ke guru dan tersimpan di database sekolah.

Evaluasi Bab 4

Sebelum mulai

20 soal pilihan ganda Bab 4. Nilai otomatis tersimpan ke nilai tugas (rapor).

Refleksi Bab 4

Jawab dengan jujur. Tidak ada jawaban salah di sini!

Catatan untuk Guru

Hasil refleksi otomatis tersimpan di catatan harian siswa (kategori Akademik, berawalan [Refleksi Pancasila dalam Diriku]). Guru dapat melihat dan menghapusnya di tab Rekap Guru.

Rekap Guru

Data dari Database

Menampilkan data siswa Kelas 4: nilai tugas, refleksi, dan LKPD Bab 4. Data dapat dihapus dengan kode guru.