Bahasa Indonesia • Bab 8 • Kelas 4 SD

Sehatlah Ragaku

Belajar kebiasaan sehat, memahami informasi, dan merawat tubuh!

Bab 8 — Sehatlah Ragaku

Materi lengkap Bab 8 dari buku Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi). Bacaan dan instruksi belajar dimuat tanpa diringkas.

Kebiasaan baik apa yang kamu lakukan untuk menjaga kesehatanmu?

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab 8 ini kamu diharapkan dapat: • memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari; • memahami teks narasi; • memahami dan memaknai teks informasi yang dibacakan; • memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif dan teks narasi; • menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar; dan • menulis informasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar dan menggunakan kaidah kebahasaan yang baik dan benar.

Kata Kunci

• sehat • fakta • opini • swasunting

Siap-Siap Belajar

Perhatikan judul bab ini: “Sehatlah Ragaku”. Apakah kalian mengerti apa yang dimaksud dengan raga? Kesehatan itu sangat penting, tetapi kita sering terlupa menjaganya. Setelah jatuh sakit, barulah kita menyesal. Siapa di antara kalian yang pernah sakit? Sakit apa? Apakah waktu itu kalian harus minum obat atau bahkan dirawat di rumah sakit? Apakah kalian tahu penyebab sakitnya? Semoga kalian sudah pulih sepenuhnya, dan kita semua selalu sehat.

Membaca

Bacalah cerita “Garuk-Garuk” di bawah ini dengan nyaring secara bergantian. Perhatikan intonasi saat kamu membaca. Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait cerita ini.

Garuk-Garuk

Bermain atau belajar bersama di rumah Pahmi itu menyenangkan. Rumahnya luas, bentuknya meniru rumah Baloy, rumah adat Kalimantan Utara. Bagi Kidul, bermain di rumah Pahmi berarti dia terbebas dari Kak Asih yang cerewet menyuruhnya mandi. Kidul tidak suka mandi, itu sudah bukan rahasia lagi. Selain terbebas dari Kak Asih, di rumah Pahmi juga banyak makanan. Ibu Pahmi selalu menyuguhi mereka buah dan penganan khas Malinau ataupun dari luar daerah. Siang ini mereka membaca buku ditemani kerupuk tipis. Kata Pahmi, kerupuk ini disebut rempeyek dan makhluk kecil-kecil di atasnya itu adalah rebon, atau disebut juga udang papai. Kidul suka sekali. Tiap sebentar tangannya meraih stoples berisi kerupuk itu. “Dul, aku lihat tanganmu lebih sering memegang rempeyek daripada membalik halaman buku,” goda Sagoy. Kidul hanya meringis. Tangan kanannya memegang rempeyek. Tangan kirinya menggaruk tangan kanan. Habis itu rempeyek pindah ke tangan kiri, tangan kanan menggaruk tangan kiri. Kedua tangannya terlihat memerah. “Aduh, banyak nyamuk,” seru Kidul. “Mana ada nyamuk?” kata Pahmi. “Buktinya aku dan Sagoy baik-baik saja.” “Makanya, rajin-rajinlah kau mandi,” kata Sagoy. “Kapan kau terakhir mandi?” “Ah, bosan, gerakannya begitu-begitu saja,” sahut Kidul sambil mengingatingat kapan dia terakhir mandi. Dua hari lalu? Tiga hari lalu? Menurut Kidul kalau sedang libur tidak perlu mandi. Namun, gatal-gatal di tubuh Kidul terus bertambah. Sekarang lehernya juga terasa gatal. Tangannya kini malah lebih sering menggaruk daripada memegang rempeyek. Karena Sagoy dan Pahmi makin sering meledeknya, Kidul memutuskan untuk pulang saja. Ibu Pahmi membungkuskan rempeyek untuk dibawanya pulang. Kidul tersenyum lebar menyambut bungkusan itu. Begitu tiba di rumah, Kidul cepat-cepat masuk kamar supaya Kak Asih tidak melihatnya. Apa daya, gatalnya tidak kunjung hilang. Makin digaruk makin gatal. Tidak tahan, Kidul mengadu kepada Ibu. Ibu dan Kak Asih terkejut melihat tangan Kidul yang lecet-lecet. Sebelum Kak Asih bersuara, Ibu sudah berkata tegas, “Kita harus ke dokter!” Dokter Tuti yang memeriksa Kidul menyapa dengan ramah, “Ini sepertinya alergi. Tadi makan siangnya pakai apa? Telur? Udang?” Tiba-tiba Kidul teringat makhluk kecil-kecil di atas rempeyek. Ah, itulah penyebabnya. “Jadi, bukan karena tidak mandi?’ tanya Kidul gembira. Dokter Tuti tertawa. “Memang gatal-gatalmu ini karena alergi terhadap udang papai. Namun, bukan berarti tidak mandi itu bagus. Lecet-lecetmu ini bisa menjadi infeksi parah karena kuman-kuman yang ada di kulit. Kita mandi supaya tubuh kita bersih, bebas dari kuman.” Aduh, ternyata Kidul tetap harus mandi. Mungkin dia harus memikirkan cara mandi yang berbeda supaya tidak membosankan. Bagaimana menurutmu? Cerita oleh Eva Nukman

E. Menjawab Pertanyaan

Pastikan kamu memahami cerita “Garuk-Garuk” dengan menjawab pertanyaanpertanyaan di bawah ini. 1. Apakah ide pokok cerita ini? 2. Apakah nama daerah yang menjadi latar belakang tempat cerita ini? 3. Di rumah siapakah Pahmi, Kidul, dan Sagoy suka berkumpul? 4. Mengapa mereka suka berkumpul di tempat itu? 5. Mengapa Kidul tidak suka mandi? 6. Menurut Kidul, kalau sedang libur tidak perlu mandi. Apakah kamu setuju? Jelaskan pendapatmu. 7. Apa yang disampaikan dokter Tuti tentang alergi Kidul? 8. Adakah di antara kalian yang mengalami alergi? Jika ada, alergi apa? Bagaimana tindakan yang kalian lakukan untuk mengatasinya? Dengan membaca cerita “Garuk-Garuk”, kamu belajar memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari. KBBI aler.gi /alèrgi/ 1. n Dok perubahan reaksi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit 2. n Dok keadaan sangat peka terhadap penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dan sebagainya) yang dalam kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang

F. Mengisi Tabel

Perhatikan kembali cerita “Garuk-Garuk” di atas. Perhatikan masalah yang dialami tokoh-tokohnya. Setelah itu, salin dan lengkapi tabel berikut ini ke buku tulismu. Judul cerita Tokoh utama Tokoh pendukung Hal yang diinginkan atau tidak diinginkan tokoh utama Alasan tokoh menginginkannya Tindakan yang dilakukan tokoh untuk mencapai keinginannya Hal yang membuat tokoh tidak mendapatkan keinginannya Apakah tokoh berhasil mencapai keinginannya? Jelaskan. Dengan mengisi tabel ini, kamu belajar memahami teks narasi.

Menyimak

Tutup bukumu dan simaklah guru membacakan teks berikut ini. Sambil mendengarkan, catatlah informasi yang menurutmu penting.

Pentingnya Air bagi Tubuh Kita

Tubuh manusia sangat membutuhkan asupan air putih. Selain karena sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air, konsumsi air putih dibutuhkan agar organ tubuh bisa bekerja maksimal. Kebutuhan cairan seseorang mungkin akan berbeda dengan orang lain, tergantung pada kondisi tubuh, aktivitas yang dilakukan, hingga kondisi cuaca. Orang dewasa umumnya membutuhkan 2 liter atau sekitar 8 gelas air putih setiap hari. Tentu saja kita tidak harus meminum 2 liter air sekaligus. Kita bisa membagi waktu mengonsumsi air putih, sehingga jumlah yang dibutuhkan tubuh bisa terpenuhi. Salah satu waktu terbaik untuk mengonsumsi segelas air putih adalah pada pagi hari atau saat bangun tidur. Selebihnya, bisa dibagi setelah sarapan, makan siang, saat belajar, berolahraga, atau ketika rasa haus datang. Mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Saat beraktivitas, tubuh mungkin akan kehilangan cairan. Jika cairan tubuh yang hilang terlalu banyak, akan membahayakan bagi tubuh. Minum air putih dalam jumlah yang cukup bisa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang tersebut. Dengan demikian, kesehatan tetap terjaga. Sebaliknya, kekurangan konsumsi air putih dapat mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi dapat menimbulkan gejala berupa tubuh lemas, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, bahkan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Jelaslah, kekurangan konsumsi air putih dapat membahayakan kesehatan. Di samping itu, minum air putih membantu kelancaran metabolisme tubuh kita. Secara sederhana, metabolisme adalah proses tubuh mencerna makanan/ minuman yang kita konsumsi, menyerap zat-zat yang diperlukan tubuh, lalu membuang zat-zat sisa yang tidak diperlukan. Sisa ini dikeluarkan melalui keringat, urine, atau feses. Proses ini akan lebih lancar jika kita mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Mengatur suhu tubuh Membuang kotoran Membantu mengubah makanan menjadi energi Melumasi persendian terdiri atas air Membantu tubuh menyerap zat gizi Melindungi organ-organ penting Membantu mengantarkan zat gizi dan oksigen ke seluruh tubuh Air dan Tubuh Kita 75% otak 83% darah 22% tulang 75% otot Disarikan dari halodoc.com dengan penyesuaian Sekarang buka bukumu. Periksalah apakah catatanmu sudah sesuai dengan informasi yang ada di buku? Dengan mendengarkan guru membacakan teks “Pentingnya Air bagi Tubuh Kita”, kamu belajar merangkum makna teks informasi yang dibacakan.

Berdiskusi

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4 atau 5 orang. Carilah informasi tambahan tentang pentingnya air bagi tubuh kita. Contohnya sebagai berikut. • Ciri-ciri air putih yang aman diminum • Keunggulan air putih dibandingkan dengan jenis minuman lain • Mengapa air minum perlu dimasak terlebih dahulu? • Sumber-sumber air yang bisa dikonsumsi Presentasikan hasil diskusi kalian secara bergiliran di depan kelas.

Bahas Bahasa

Paragraf deduktif Paragraf induktif Paragraf campuran Kalimat utama berisi ide pokok (di awal paragraf). Kalimat penjelas. Kalimat penjelas. Kalimat penjelas. Kalimat utama berisi ide pokok (di awal paragraf). Kalimat penjelas, Kalimat penjelas, Kalimat penjelas. Kalimat utama berisi Ide pokok (diperkuat di akhir paragraf). Kalimat penjelas. Kalimat penjelas. Kalimat penjelas. Kalimat utama berisi ide pokok (di akhir paragraf). Perhatikan kembali teks “Pentingnya Air bagi Tubuh Kita”. Dapatkah kamu menemukan ide pokok di setiap paragraf? Di mana letak ide pokok tersebut? Apakah di awal paragraf, di akhir paragraf, ataukah berada di awal dan di akhir? Kalimat yang berisi ide pokok disebut juga kalimat utama. Sementara itu, kalimat penjelas adalah kalimat yang berisi ide pendukung yang merupakan pengembangan ide pokok. Salin teks “Pentingnya Air bagi Tubuh Kita” ke buku tulismu seperti tabel di bawah ini. Garis bawahi kalimat yang berisi ide pokok di setiap paragraf dan tuliskan jenis paragraf tersebut. Paragraf Jenis Paragraf Tubuh manusia sangat membutuhkan asupan air putih. Selain karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, konsumsi air putih dibutuhkan agar organ tubuh bisa bekerja maksimal. Kebutuhan cairan seseorang mungkin akan berbeda dengan orang lain, tergantung pada kondisi tubuh, aktivitas yang dilakukan, hingga kondisi cuaca. Orang dewasa umumnya membutuhkan 2 liter atau sekitar 8 gelas air putih setiap hari. Tentu saja kita tidak harus meminum 2 liter air sekaligus. Kita bisa membagi waktu mengonsumsi air putih, sehingga jumlah yang dibutuhkan tubuh bisa terpenuhi. Salah satu waktu terbaik untuk mengonsumsi segelas air putih adalah pada pagi hari atau saat bangun tidur. Selebihnya, bisa dibagi setelah sarapan, makan siang, saat belajar, berolahraga, atau ketika rasa haus datang. Mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Saat beraktivitas, tubuh mungkin akan kehilangan cairan. Jika cairan tubuh yang hilang terlalu banyak, akan membahayakan bagi tubuh. Minum air putih dalam jumlah yang cukup bisa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang tersebut. Dengan demikian, kesehatan tetap terjaga. Sebaliknya, kekurangan konsumsi air putih dapat mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi dapat menimbulkan gejala berupa tubuh lemas, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, bahkan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Jelaslah, kekurangan konsumsi air putih dapat membahayakan kesehatan. Di samping itu, minum air putih membantu kelancaran metabolisme tubuh kita. Secara sederhana, metabolisme adalah proses tubuh mencerna makanan/minuman yang kita konsumsi, menyerap zat-zat yang diperlukan tubuh, lalu membuang zatzat sisa yang tidak diperlukan. Sisa ini dikeluarkan melalui keringat, urine, atau feses. Proses ini akan lebih lancar jika kita mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Dengan membaca teks tentang air, kamu belajar memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks.

Kreativitas

Pengingat Minum Di dalam teks “Pentingnya Air bagi Tubuh Kita” dikatakan bahwa kita harus minum air putih dalam jumlah yang cukup supaya tidak dehidrasi. Namun, terkadang kita lupa sudah berapa banyak air putih yang kita konsumsi hari ini. Untuk membantumu mengingatnya, buatlah bagan “Pengingat Minum”. Alat dan Bahan: 1. Kertas karton kira-kira seukuran A4 2. Alat tulis 3. Alat pewarna 4. Gunting atau pisau pemotong 5. Selotip Cara: 1. Potonglah kertas karton menjadi bagian A dan B. 2. Buatlah garis-garis pada A dengan jarak 1 cm. Tuliskan angka 0 – 8. 3. Guntinglah kertas A dan B sesuai garis putus-putus. 4. Selipkan kertas B ke kertas A seperti dalam gambar. 5. Rekatkan bagian terputus pada kertas B dengan selotip. 6. Hiaslah kertas A dengan gambarmu. Kamu boleh menggambar botol minum, gelas, atau lainnya. 7. Tuliskan judul “Pengingat Minum” dan namamu. 8. Geser kertas B ke bawah, kemudian geser ke atas setiap kali kamu minum satu gelas air. 9. Lakukan setiap hari. Mulai dari 0 setiap paginya.

Membaca

Perhatikan teks di bawah ini.

Suatu Hari

Aku berlari-lari bersama temanku. Aku tidak melihat ada batu di depan. Aku terjatuh dan sikuku membentur batu itu. Tanganku sakit sekali. Sepertinya tanganku patah. Aku tidak hati-hati ketika memanjat pohon jambu. Aku terjatuh. Dokter memeriksaku dengan sinar-X. Ternyata ada tulang yang patah. Gips ini membantu tulangku tidak bergeser lagi. Sebenarnya aku ke sini menemani ibuku, tetapi sekarang aku pusing sekali. Aku rasa penyakitku cukup parah. Mataku yang sebelah kiri merah sekali dan gatal. Sebaiknya kalian tidak memandangku, supaya tidak ketularan. 5 Hatsyi! Hatsyi! Aku terlalu lama berenang. Pasti karena itu aku pilek. Pasti nanti dokter memberiku antibiotik. Periksalah, apakah balon ucapan sudah sesuai dengan orang yang mengucapkannya? Adakah balon ucapan yang tidak mengarah kepada orang yang tepat? Pasangkanlah balon ucapan dengan orang yang tepat. Salin tabel di bawah ini ke buku tulismu dan lengkapilah. Jelaskan alasanmu menyimpulkan demikian. Balon Tokoh Alasan

Berdiskusi

Diskusikan isi teks “Suatu Hari” bersama-sama. Kelompok Asih Kelompok Riri Kelompok Dio Kelompok Candra Kelompok Adit 1. Buatlah lima kelompok. Beri nama setiap kelompok dengan nama anak pada teks “Suatu Hari”. 2. Diskusikan di dalam kelompok kalian, mana yang fakta dan mana yang opini dalam pernyataan tokoh kalian. Untuk itu, carilah informasi dari buku, internet, atau tanyakan kepada orang dewasa yang memahami hal tersebut. 3. Rangkum informasi yang kalian dapat menjadi hasil diskusi kelompok kalian. 4. Presentasikan di depan kelas. fakta → kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada; dapat dibuktikan kebenarannya opini → pendapat; pikiran; belum terbukti Melalui teks “Suatu Hari”, kalian belajar membedakan informasi fakta dan opini. Melalui teks “Suatu Hari”, kamu belajar menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar.

Membaca

Bacalah kedua teks di bawah ini dengan cermat.

Teks 1:

Salah Sepatu

Pulang sekolah, Dimas mencari sepatu bolanya. Dia diajak teman-temannya main futsal. Syukurlah, sepatu itu masih pas. Dia pun bergegas menuju ke lapangan futsal. “Dim, kok, kamu pakai sepatu bola? Kita kan mau main futsal?” tanya Raka heran. “Memang apa bedanya? Sama-sama main bola, kan?” sahut Dimas sambil berlari meninggalkan Raka. Priiit …. permainan pun dimulai. Dimas sangat bersemangat mengejar bola. Namun, saat Dimas berusaha merebut bola … “ADUH!” teriak Dimas. Semua anak berhenti bermain. “Ayo, kubantu kamu berdiri,” kata Raka. “Aduh, aduh … huhu, susah!” Dimas mengerang. Kaki Dimas terkilir. Sepatu bola yang dipakainya tidak cocok digunakan untuk lapangan futsal. Untuk sementara, Dimas harus beristirahat. Dia tak boleh berdiri, apalagi bermain bola. Cerita oleh Dian Kristiani

Teks 2

Pertolongan Pertama untuk Kaki Terkilir

Tahukah kamu, salah satu penyebab kaki terkilir adalah penggunaan sepatu olahraga yang tidak tepat. Dimas memakai sepatu bola untuk bermain futsal. Padahal, sepatu bola didesain dengan tonjolan-tonjolan di bawahnya. Tonjolan atau “paku” ini berguna agar sepatu mencengkeram permukaan rumput dan tanah. Saat dipakai di lapangan futsal yang permukaannya keras, paku-paku itu malah menyebabkan sepatu mudah tergelincir. Kaki Dimas pun terkilir atau disebut juga keseleo. Lalu, apa yang harus dilakukan jika kakimu terkilir di pergelangan kaki seperti Dimas? Kamu dapat melakukan metode RICE. Berikut ini penjelasannya. Rest (Istirahat) : Istirahatkan kaki yang sakit, paling tidak selama 48 jam. Ice (Es) : Tempelkan kantong es pada bagian yang terkilir selama 20 menit, 4-8 kali per hari. Compression (Tekanan) : Bebat dengan perban elastis agar mengurangi pergerakan dan supaya kaki tidak bengkak. Elevate (Tinggikan) : angkat kaki 15-20 cm dari permukaan dada. Cara ini juga dapat diterapkan pada keadaan terkilir di bagian tubuh lainnya. Meniru dan Melakukan Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4—5 orang. Tetapkan satu orang menjadi “pasien”. Praktikkan langkah-langkah RICE pada pasien tersebut. Kalian boleh bergantian melakukannya. Catatan: Kalian tidak harus menyediakan bahan dan perlengkapan yang persis sama dengan yang ada di gambar. Gunakan yang ada saja karena ini hanya latihan. Contoh: Perban elastis dapat diganti kain. Es batu dapat diganti air bersih. Bantal untuk meninggikan bagian yang terkilir dapat diganti tas atau jaket yang digulung.

Menulis

A. Menulis Cerita Pernahkah kamu sakit atau anggota keluargamu sakit? Apa yang kamu lakukan? Ceritakan di buku tulismu. Pastikan ceritamu memiliki struktur awal, tengah, dan akhir. Ini tugas menulis terakhir di kelas 4. Pastikan kamu menggunakan semua ketentuan dan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang kamu pelajari di kelas 4. B. Swasunting Periksa kembali cerita yang kamu tulis dan perbaiki jika perlu. Memeriksa dan memperbaiki tulisan itu disebut mengedit atau menyunting. Swasunting adalah kegiatan penyuntingan yang dilakukan terhadap tulisan sendiri. Swa berarti sendiri. Periksa jalannya cerita Periksa ejaan Periksa tanda baca Periksa jalannya cerita Periksa unsurunsur kalimat Buatlah daftar periksa berikut ini. No. Pemeriksaan Hasil 1 Apakah alur cerita sudah wajar dan dapat dimengerti? Apakah cerita memiliki struktur awal, tengah, dan akhir? 2 Apakah semua kata sudah dituliskan dengan ejaan yang benar? Periksa kembali dengan menggunakan KBBI. No. Pemeriksaan Hasil 3 Apakah semua tanda baca sudah sesuai tempatnya? Apakah pemakaian huruf kapital sudah sesuai? Gunakan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) untuk memeriksanya. 4 Apakah kata-kata yang digunakan sudah mengikuti ragam bahasa baku? 5 Apakah sudah tidak ada kata-kata yang termasuk ragam percakapan lisan, tetapi bukan ucapan langsung tokoh? 6 Apakah konjungsi (kata sambung) sudah digunakan dengan benar? 7 Apakah kata depan sudah ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya? 8 Apakah awalan sudah ditulis bersambung dengan kata yang mengikutinya? Dengan menceritakan pengalamanmu atau anggota keluargamu saat sedang sakit, kamu berlatih menulis teks narasi dengan struktur awaltengah- akhir, dengan mematuhi kaidah ejaan bahasa Indonesia.

Jurnal Membaca

Bacalah buku cerita bertema kesehatan. Judul-judul yang dapat kamu baca, antara lain: • Nilam si Tabib karya Rizky Ramda dan Ella Elviana https://buku.kemdikbud.go.id/s/nilamsitabib Pindai Aku • Ira Tidak Takut karya Dina Tuasuun dan Dewi Mindasari https://buku.kemdikbud.go.id/s/iratidaktakut Pindai Aku • Cerita Si Korona karya Watiek Ideo dan Luluk Nailufar https://buku.kemdikbud.go.id/s/ceritasikorona Pindai Aku Jika kamu tidak bisa mendapatkan buku-buku di atas, kamu boleh membaca buku lain bertema kesehatan atau buku bertema lain yang kamu suka. Kamu bisa membacanya sebelum masuk sekolah, sepulang sekolah, atau saat di rumah. Isilah Jurnal Membaca dengan format seperti di bawah ini.

Jurnal Membaca

Judul Buku/Artikel : ....................................... Nama Koran/Majalah/Laman Internet : ....................................... Nama Penulis : ....................................... Nama Ilustrator (jika ada) : ....................................... Buku/tulisan ini bercerita tentang: ................................................. ..................................................................................................................... Nama tokoh: ............................................................................................ Sakit yang dialami tokoh ..................................................................... ..................................................................................................................... Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan sakit ............................................................................. ..................................................................................................................... Pengetahuan baru yang kudapat dari buku ini: ..................................................................................................................... .....................................................................................................................

Refleksi

Kamu sudah menyelesaikan Bab 8. Ini berarti kamu sudah menyelesaikan pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 4. Luar biasa! Coba periksa apa saja yang sudah kamu pelajari pada Bab 8 ini. Berilah tanda centang () sesuai dengan pengalamanmu! Pengalaman Saya Sudah Bisa Masih Perlu Belajar membaca dengan intonasi yang sesuai menjawab pertanyaan terkait isi teks memahami isi teks yang dibacakan guru menilai kesesuaian antara ilustrasi dan teks mendiskusikan suatu topik bersama teman mempresentasikan hasil diskusi mencari informasi untuk membedakan fakta dan opini di dalam teks mengenali paragraf deduktif, induktif, dan campuran mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung di dalam teks menulis cerita dengan struktur awal-tengahakhir dan dengan menggunakan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar Ayo, hidup lebih sehat!

Ayo, hidup lebih sehat!

Ice Breaking — Video Seru!

Pilih kegiatan singkat untuk menyegarkan pikiran sebelum belajar Bab 8.

Gerak dan Peregangan

Lakukan peregangan ringan bersama guru sebelum memulai pelajaran.

Tonton di YouTube

Tebak Kebiasaan Sehat

Sebutkan kebiasaan harian yang membantu tubuh tetap sehat.

Tonton di YouTube

Tarik Napas dan Fokus

Atur napas dengan tenang beberapa kali, lalu siapkan diri untuk belajar.

Tonton di YouTube

Minum Air

Berhenti sejenak untuk minum air putih dan mengingat pentingnya cairan bagi tubuh.

Tonton di YouTube

Panduan Singkat untuk Guru

  1. Pilih satu lagu sesuai energi kelas saat itu.
  2. Tonton bersama selama 1–2 menit pertama.
  3. Ulangi bersama-sama tanpa video (jika memungkinkan).
  4. Lanjut ke materi dengan suasana yang sudah segar.

Ayo Bermain! (Penguatan Materi Bab 8)

Tiga permainan untuk memahami narasi, kesehatan tubuh, fakta dan opini, serta ide pokok.

Game 1 — Sehatlah Ragaku

Soal 1/8 Skor: 0
Memuat…

Game 2 — Benar atau Tidak Sesuai dengan Bab 8?

Klik kartu di bawah, lalu klik keranjang yang sesuai. Benar = +10 poin.

SESUAI CERITA

TIDAK SESUAI

Pilih satu kartu dulu, lalu klik keranjang.
Skor: 0 / 0

Game 3 — Memory Match Kosakata Bab 8

Balik dua kartu. Cocokkan kata dengan maknanya!

Pasangan: 0/6 Percobaan: 0
Klik kartu untuk membuka.

Tantangan

Capai skor 80+ di Game 1, selesaikan semua kartu di Game 2, dan selesaikan 6 pasangan di Game 3 dengan percobaan < 15 kali. Laporkan hasilmu ke guru!

Video Pembelajaran Bab 8

Video animasi tentang kebiasaan sehat, cerita narasi, air bagi tubuh, dan fakta atau opini. Aktifkan suara untuk narasi otomatis.

Pertanyaan Pemantik

  • Apa masalah yang dialami Kidul dalam cerita “Garuk-Garuk”?
  • Apa manfaat air putih bagi tubuh menurut teks?
  • Bagaimana membedakan fakta dan opini tentang kesehatan?

Video YouTube Bab 8

Video tambahan untuk memperdalam materi. Tombol membuka YouTube di tab baru.

Kebiasaan Hidup Sehat

Pelajari kebiasaan menjaga kebersihan, istirahat, dan kesehatan tubuh.

Cari di YouTube

Pentingnya Air bagi Tubuh

Pelajari fungsi air dan kebiasaan minum yang baik.

Cari di YouTube

Fakta dan Opini

Belajar memilah informasi yang dapat dibuktikan dan pendapat.

Cari di YouTube

Ide Pokok dan Ide Pendukung

Kenali letak gagasan utama pada paragraf.

Cari di YouTube

Simulator: Benar atau Salah? (Bab 8)

Baca pernyataan dengan cermat. Tentukan apakah pernyataan itu BENAR atau SALAH berdasarkan materi Bab 8!

Pernyataan 1/12 Skor: 0
Benar: 0 Salah: 0
Pernyataan:
Memuat…
TARIAN / WAWANCARA / PERSONIFIKASI
🏆
Selesai!
Kamu telah menyelesaikan semua pernyataan.
Skor: 0 / 0

Tips

  • Kosakata: pahami kata baru melalui konteks bacaan dan kamus.
  • Fakta dan opini: cek apakah informasi bisa dibuktikan atau merupakan pendapat.
  • Ide pokok: tentukan gagasan utama dan kalimat penjelas dalam setiap paragraf.
  • Narasi: pahami tokoh, latar, urutan kejadian, dan perubahan perasaan.

Diskusi Kelompok

Langkah Diskusi Kelompok

  1. Mengamati isi bacaan “Garuk-Garuk” dan kebiasaan menjaga kesehatan.
  2. Menanya hal yang belum dipahami kepada anggota kelompok.
  3. Mencoba menemukan ide pokok serta membedakan fakta dan opini.
  4. Menalar: bagaimana kebiasaan sehari-hari membantu menjaga kesehatan?
  5. Mengomunikasikan hasil di depan kelas.

1. Bagi Kelompok

2. Tugas Kelompok

A. Fakta dan Opini

Pilah pernyataan tentang air minum yang dapat dibuktikan dan yang berupa pendapat.

B. Ide Pokok

Tentukan ide pokok dan ide pendukung dalam bacaan “Pentingnya Air bagi Tubuh Kita”.

C. Narasi Kesehatan

Ceritakan kembali masalah dan penyelesaian pada cerita “Garuk-Garuk”.

D. Kebiasaan Sehat

Buat daftar kebiasaan yang membantu menjaga kesehatan tubuh.

3. Penghitung Waktu

10:00

4. Lembar Kerja Kelompok (LKPD)

Hasil LKPD akan otomatis terkirim ke guru dan tersimpan di database sekolah.

Evaluasi Bab 8

Sebelum mulai

20 soal pilihan ganda Bab 8. Nilai evaluasi otomatis tersimpan ke tabel nilai.

Refleksi Bab 8

Jawab dengan jujur. Tidak ada jawaban salah di sini!

Catatan untuk Guru

Hasil refleksi otomatis tersimpan di catatan harian siswa (kategori Akademik, berawalan [Refleksi Bab 8 Bahasa Indonesia]). Guru dapat melihat dan menghapusnya di tab Rekap Guru.

Rekap Guru

Data dari Database

Menampilkan data siswa Kelas 4: nilai tugas, refleksi, dan LKPD Bab 8 Bahasa Indonesia. Data dapat dihapus dengan kode guru.