Bahasa Indonesia • Bab 6 • Kelas 4 SD

Satu Titik

Bentang alam, puisi, kalimat efektif, dan kisah petualangan!

Bab 6 — Satu Titik

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami kata-kata baru dalam teks yang dibaca.
  • Menggunakan kalimat efektif.
  • Memahami maksud yang disampaikan dalam puisi.
  • Menulis teks dengan pilihan kata dan susunan kalimat yang cermat.
  • Menceritakan kembali informasi dari teks narasi atau informasi.
  • Memahami kejadian dalam teks narasi.

Kata kunci: kalimat efektif, puisi, majas metafora, piket, teks narasi.

Siap-Siap Belajar — Bentang Alam

Bumi memiliki bentang alam beragam, seperti bukit, pegunungan, laut, danau, lembah, dan sabana. Amati lingkungan dan peta. Bentang alam apa yang kamu kenali? Bagaimana kita menjaganya?

A. Membaca — “Raja Ampat”

Bacaan Lengkap: Raja Ampat

Hai! Aku Reu. Aku dan teman-temanku akan berenang bersama. Kami tinggal di Pulau Misool, Raja Ampat, di Papua Barat. Kalau kamu melihat peta dunia, tempat tinggal kami adalah satu titik di Indonesia bagian timur.

Tempat tinggal kami dikelilingi lautan. Kalau ingin berenang, kami cukup pergi ke pantai. Pantai di sini bersih, pasirnya putih lembut dan airnya jernih. Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang berupa kepulauan. Dari banyak pulau yang ada, terdapat empat yang paling besar, yaitu Pulau Waigo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan.

Beberapa tahun belakangan ini, pulau kami didatangi banyak turis. Ada turis dari dalam negeri, ada pula yang dari luar negeri. Mereka menyukai pemandangan di daerah kami, baik pemandangan di darat, maupun pemandangan di bawah laut.

Banyak wisatawan datang ke daerah kami untuk menyelam. Mereka tertarik akan beragam flora dan fauna di dalam laut. Kata mereka, Raja Ampat adalah surga bawah laut tercantik di dunia. Tentu saja kami setuju.

Raja Ampat menjadi rumah bagi biota laut. Ada sekitar 540 jenis karang, 1.511 jenis ikan, 700 jenis moluska, dan masih banyak lagi lainnya.

Tidak semua wisatawan suka menyelam. Ada yang cukup menikmati pemandangan dari permukaan saja, karena air laut di sini bening sekali. Ikan dan karang aneka warna bisa terlihat dengan mudah.

Bagi kami, laut adalah tempat bermain. Aku dan teman-temanku terbiasa berenang dan menyelam tanpa alat. Kadang-kadang kami bercengkerama dengan ikan-ikan, kadang-kadang kami saling menyipratkan air.

Sejak kecil kami sudah diingatkan orang tua kami untuk tidak merusak karang. Tahukah kamu, karang itu termasuk hewan laut. Karang menjadi tempat tinggal dan sumber makanan bagi banyak biota laut lainnya. Temanku, Maruna, sangat marah jika ada wisatawan yang merusak karang atau membuang sampah sembarangan.

“Hei, bawa pulang sampahmu!” Maruna akan mengejar si pembuang sampah dan tidak akan membiarkannya bebas.

Ya, sampah akan mencemari lingkungan tempat tinggal kami. Sampah juga akan membuat laut kami tercemar dan merusak karang serta biota laut lainnya. Jika karang rusak dan mati karena sampah atau perilaku penyelam, ikan-ikan akan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanannya. Kalau itu sampai terjadi, ikan-ikan akan berkurang jumlahnya. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Laut kami tidak akan cantik lagi. Kita semua akan merugi.

Cerita oleh B.E. Priyanti

Jelajah Kata

KataMakna
KepulauanKumpulan beberapa pulau
TurisOrang yang berwisata
FloraDunia tumbuh-tumbuhan
FaunaDunia hewan
BiotaSeluruh flora dan fauna di suatu daerah
Bentang alamBentuk permukaan bumi yang terbentuk oleh proses alam

B. Bahas Bahasa — Kalimat Efektif

Kalimat efektif mengikuti ejaan, memiliki unsur kalimat yang tepat, hemat kata, dan menyampaikan pesan dengan jelas.

  • Tidak efektif: “Mereka semua bersama-sama tinggal di Pulau Misool.”
  • Efektif: “Mereka tinggal di Pulau Misool.”
  • Tidak efektif: “Biota yang ada di dalam laut beraneka macam.”
  • Efektif: “Biota laut sangat beragam.”

Buat tiga kalimat efektif menggunakan kata baru dari bacaan.

C. Membaca Puisi dan Memahami Makna

Raja Ampatku

oleh B.E. Priyanti

Dari atas mata memandang
Gugusan pulaumu berderetan
Laksana untaian mutiara di lautan
Sungguh indah dan menawan

Dari bawah mata menyelam
Airmu beriak tenang membahagiakan
Lambaian terumbu karang dan ikan
Menyapa hangat kehadiran para penyelam

Sungai

Seorang murid SD menangis
Ia kehilangan sungai
Tempat ia mandi
Tempat ia mencuci
Tempat ia bermain
Adalah sungai
Beri aku sungaiku, tangisnya
Orang-orang tak dapat memberi sungai
Karena air sungai sudah tak ada
Sungai yang dulu airnya jernih
Kini berubah jadi kotor
Orang-orang menggali timah
Mengotori sungai

Ditulis oleh LK ARA

Dahulu dan Kini

Di sini dahulu ada lapangan,
tempat kami bermain layangan.
Layangan kami membubung ke angkasa,
melenggak-lenggok dengan cantiknya.
Di sungai itu dahulu kami mandi,
berenang setiap petang dan pagi,
tak peduli dingin memagut tulang.
Demikian kakekku bercerita
dan aku hanya dapat membayangkan
sambil menatap satu kompleks perumahan
dan sebuah kali kecil berair dangkal.

Ditulis oleh Eva Nukman

Puisi menyampaikan pikiran dan perasaan melalui pilihan kata yang cermat. Ada puisi yang memakai bahasa lugas dan ada pula yang menggunakan perumpamaan atau majas. Pada “Raja Ampatku”, gugusan pulau diumpamakan seperti untaian mutiara. Baca puisi-puisi di atas dan jelaskan suasana serta pesan yang kamu tangkap.

Majas metafora menggunakan kata atau kelompok kata bukan dalam arti sebenarnya untuk menggambarkan sesuatu berdasarkan persamaan atau perbandingan.

D. Menulis — Puisi tentang Tempat

  1. Tentukan tempat atau bentang alam yang ingin kamu ceritakan.
  2. Kumpulkan kata-kata yang menggambarkan warna, bunyi, suasana, dan perasaan.
  3. Pilih perumpamaan atau metafora yang sesuai.
  4. Susun kata menjadi larik dan bait dengan cermat.
  5. Baca puisimu nyaring, lalu perbaiki kata yang terasa janggal.

E. Membaca — “Bertualang di Sabana Sumba”

Bacaan Lengkap

“Selamat datang di surga eksotis wilayah timur Indonesia!”

Aku tersenyum melihat gaya ramah Arman, sepupuku. Tangannya terentang, terbuka lebar menyambut kedatanganku di Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Sumba Timur. Arman memang sepupu terbaik yang kupunya.

Inilah satu titik di muka bumi yang aku ingin kunjungi. Sejak Arman bercerita bahwa di tempatnya banyak kuda, aku menabung untuk bisa mengunjunginya. Sekarang saatnya tiba.

Pulau Sumba adalah bagian provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayahnya membentang dari Sumba Barat sampai Sumba Timur. Lanskap di pulau ini sangat unik, terdiri atas sabana, bukit kapur, dan lautan.

“Di mana sabananya?” tanyaku tidak sabar.

“Lumayan jauh. Sekitar 45 menit dari sini. Namanya Bukit Warinding. Bukit ini adalah rangkaian dataran tinggi sabana yang luas sekali. Wisatawan suka berfoto di bukit ini karena keindahannya,” jawab Arman. “Kebetulan sekarang bulan Juli, sabananya seperti permadani emas. Kalau kamu ke sini bulan November sampai Mei, sabananya menghijau.”

Aku mengangguk-angguk. Aku mengerti, pasti itu karena pengaruh musim.

“Kalau kudanya?” cecarku lagi.

Arman tertawa. Menurutnya, di sekitar Puru Kambera ada sabana lain dengan vegetasi khas Sumba. Sabana itu sering dijadikan destinasi wisata untuk melihat kuda liar Sumba di alam bebas. Gerombolan kuda akan mudah dijumpai pada saat musim kemarau. Itu karena sabana sangat kering sehingga kuda-kuda aktif merumput.

“Kita ke sana sekarang, ya!” seruku bersemangat.

“Besok!” jawab Arman tegas.

Aku sedikit kecewa. Namun, bagaimana lagi. Untuk pergi ke sana ternyata butuh persiapan. Di sana tidak ada angkutan umum, kami harus menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil atau sepeda motor. Selain itu, di sana tidak ada warung. Pengunjung harus membawa bekal sendiri, terutama air minum, karena cuaca Sumba sangat panas.

Teks oleh B.E. Priyanti

F. Membaca — “Anak-Anak Merapi”

Bacaan Lengkap

Langit masih semburat merah. Hawa dingin masih menggigit tulang. Yono, Panji, dan Ratna berjalan beriringan menuju sekolah. Mereka berangkat lebih pagi untuk tugas piket.

“Semoga Merapinya baik-baik saja,” gumam Panji.

Anak-anak ini tinggal di lereng Gunung Merapi. Beberapa tahun lalu, wedhus gembel menjadi buah bibir orang se-Indonesia. Wedhus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya. Seluruh penduduk desa harus mengungsi sampai kondisi membaik kembali. Wajar jika Panji memiliki harapan seperti itu.

Gunung Merapi merupakan gunung api teraktif di Indonesia. Letaknya di antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketinggiannya mencapai 2.930 mdpl (meter di atas permukaan laut). Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus lebih dari 60 kali. Semburan hawa panas tebal bergumpal-gumpal yang dikeluarkan oleh gunung ini dinamai wedhus gembel karena bentuknya menyerupai bulu kambing gembel (alias domba).

“Kata bapakku, Gunung Merapi itu penting bagi kehidupan masyarakat di sini. Kalau Merapi akan meletus, kita sebaiknya menyingkir sebentar. Abu dan lava yang dikeluarkan itu baik untuk menyuburkan tanah,” Ratna angkat bicara.

“Iya,” imbuh Yono. “Buktinya, sekarang sawah dan kebun kita makin subur.”

“Tapi kalau meletus lagi, menakutkan sekali. Gara-gara wedhus gembel itu, Si Blendhung meninggal.” Mendung menyelimuti wajah Panji ketika dia teringat sapi kesayangannya.

Ratna dan Yono ikut sedih, tetapi tertawa mendengar Panji mengucapkan kata “meninggal” untuk sapinya. Mereka meminta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu.

“Bekas aliran lava Merapi malah menjadi pemikat wisatawan, ya. Pamanku sering mengantar mereka dengan jip,” ujar Yono.

Aktivitas vulkanik Merapi terus dipantau sejumlah posko gempa. Meski sering mengeluarkan asap, Merapi dibuka untuk wisatawan. Wisatawan diajak menelusuri bekas aliran lahar yang sudah mendingin.

“Aku belum pernah naik jip. Kapan-kapan, ajak aku, ya?” Ratna memohon kepada Yono. Dia sedikit iri. Banyak wisatawan datang ke Merapi untuk bertualang naik jip menyusuri Gunung Merapi. Namun, dia sendiri belum pernah mencobanya.

“Nanti aku bilang pamanku. Biar kita bertiga diajak berkeliling Merapi naik jip,” janji Yono.

Ratna dan Panji bersorak. Panji sudah melupakan Si Blendhung gara-gara janji Yono.

“Kita terlambat!” Yono mengejutkan kedua temannya.

Mendengar itu, mereka berlarian menuju sekolah.

Cerita oleh B.E. Priyanti

Cek Pemahaman

  1. Mengapa Ratna dan Yono tertawa mendengar kata “meninggal”?
  2. Apa kata yang lebih tepat untuk menggantikan kata itu saat membicarakan sapi?
  3. Tokoh mana yang semula sedih lalu gembira? Apa penyebabnya?

G. Proyek Diskusi — Alam dan Keselamatan

Dalam kelompok, pilih bentang alam atau gunung api untuk dipelajari dari sumber tepercaya. Catat ciri-cirinya, manfaatnya, risiko yang perlu diketahui, dan cara bersikap aman serta menjaga lingkungan. Presentasikan informasi dengan kalimat efektif.

Jurnal Membaca

Bacalah cerita atau informasi tentang alam Indonesia. Catat judul, penulis, sumber, tempat yang dibahas, fakta baru, dan cara menjaga tempat tersebut.

Rangkuman Bab 6

  • Kosakata baru membantu memahami informasi dalam bacaan.
  • Kalimat efektif jelas, hemat kata, dan sesuai kaidah.
  • Puisi menyampaikan perasaan dan pikiran melalui pilihan kata yang cermat, kadang memakai metafora.
  • Teks narasi memiliki tokoh, latar, peristiwa, dan perubahan suasana.
  • Alam perlu dijaga dan kegiatan di alam perlu direncanakan dengan aman.

Refleksi Bab 6

  1. Kosakata baru yang saya pelajari adalah ....
  2. Pesan puisi atau cerita yang saya pahami adalah ....
  3. Kalimat efektif yang saya buat adalah ....
  4. Cara saya menjaga bentang alam adalah ....

Ice Breaking — Video Seru!

Pilih kegiatan singkat untuk menyegarkan pikiran sebelum belajar Bab 6.

Tebak Kata Gerak

Guru menyebut kata bentang alam; siswa memberi contoh seperti bukit, danau, atau lembah.

Tonton di YouTube

Lagu "Balonku Ada Lima"

Lagu kanak-kanak dengan rima a-a-a-a yang seru untuk dinyanyikan bersama sambil menirukan gerakan.

Tonton di YouTube

Lagu "Burung Bernyanyi"

Lagu dengan rima yang mudah diikuti, cocok untuk ice breaking sebelum masuk materi.

Tonton di YouTube

Lagu "Anak Gembala"

Lagu kanak-kanak dengan rima sederhana, cocok untuk melatih pendengaran bunyi akhir baris.

Tonton di YouTube

Panduan Singkat untuk Guru

  1. Pilih satu lagu sesuai energi kelas saat itu.
  2. Tonton bersama selama 1–2 menit pertama.
  3. Ulangi bersama-sama tanpa video (jika memungkinkan).
  4. Lanjut ke materi dengan suasana yang sudah segar.

Ayo Bermain! (Penguatan Materi Bab 6)

Tiga permainan untuk memahami bentang alam, kosakata, kalimat efektif, puisi, dan narasi.

Game 1 — Bentang Alam dan Bahasa

Soal 1/8 Skor: 0
Memuat…

Game 2 — Benar atau Tidak Sesuai dengan Bab 6?

Klik kartu di bawah, lalu klik keranjang yang sesuai. Benar = +10 poin.

SESUAI CERITA

TIDAK SESUAI

Pilih satu kartu dulu, lalu klik keranjang.
Skor: 0 / 0

Game 3 — Memory Match Kosakata Bab 6

Balik dua kartu. Cocokkan kata dengan maknanya!

Pasangan: 0/6 Percobaan: 0
Klik kartu untuk membuka.

Tantangan

Capai skor 80+ di Game 1, selesaikan semua kartu di Game 2, dan selesaikan 6 pasangan di Game 3 dengan percobaan < 15 kali. Laporkan hasilmu ke guru!

Video Pembelajaran Bab 6

Video animasi tentang Raja Ampat, kalimat efektif, puisi, dan petualangan di Sumba serta Merapi. Aktifkan suara untuk narasi otomatis.

Pertanyaan Pemantik

  • Apa arti kata kepulauan, flora, fauna, dan biota?
  • Apa ciri-ciri kalimat efektif?
  • Bagaimana cara menceritakan kembali peristiwa dalam narasi?

Video YouTube Bab 6

Video tambahan untuk memperdalam materi. Tombol membuka YouTube di tab baru.

Bentang Alam Raja Ampat

Kenali kepulauan dan kekayaan biota laut Indonesia.

Cari di YouTube

Kalimat Efektif

Pelajari cara menyusun kalimat yang jelas dan hemat kata.

Cari di YouTube

Puisi dan Majas Metafora

Simak cara memahami makna puisi dan memilih kata yang indah.

Cari di YouTube

Sabana Sumba dan Gunung Merapi

Temukan informasi alam dan cara menjaga keselamatan saat bertualang.

Cari di YouTube

Simulator: Benar atau Salah? (Bab 6)

Baca pernyataan dengan cermat. Tentukan apakah pernyataan itu BENAR atau SALAH berdasarkan materi Bab 6!

Pernyataan 1/12 Skor: 0
Benar: 0 Salah: 0
Pernyataan:
Memuat…
TARIAN / WAWANCARA / PERSONIFIKASI
🏆
Selesai!
Kamu telah menyelesaikan semua pernyataan.
Skor: 0 / 0

Tips

  • Kosakata: pahami kata baru melalui konteks bacaan dan kamus.
  • Puisi: pilih dan tata kata dengan cermat untuk menyampaikan perasaan.
  • Kalimat efektif: susun kalimat yang jelas, tepat, dan hemat kata.
  • Narasi: pahami tokoh, latar, urutan kejadian, dan perubahan perasaan.

Diskusi Kelompok

Langkah Diskusi Kelompok

  1. Mengamati isi bacaan “Raja Ampat” dan pentingnya menjaga terumbu karang.
  2. Menanya hal yang belum dipahami kepada anggota kelompok.
  3. Mencoba mencatat informasi tentang bentang alam dan keselamatan.
  4. Menalar: bagaimana kalimat efektif membuat informasi lebih jelas?
  5. Mengomunikasikan hasil di depan kelas.

1. Bagi Kelompok

2. Tugas Kelompok

A. Kosakata Bentang Alam

Temukan arti kata kepulauan, flora, fauna, dan biota dari sumber tepercaya.

B. Kalimat Efektif

Ubah tiga kalimat bertele-tele menjadi kalimat yang jelas dan hemat kata.

C. Puisi tentang Alam

Buat bait puisi tentang tempat di daerahmu dengan pilihan kata yang cermat.

D. Cerita Petualangan

Ceritakan kembali salah satu narasi dengan urutan peristiwa yang tepat.

3. Penghitung Waktu

10:00

4. Lembar Kerja Kelompok (LKPD)

Hasil LKPD akan otomatis terkirim ke guru dan tersimpan di database sekolah.

Evaluasi Bab 6

Sebelum mulai

20 soal pilihan ganda Bab 6. Nilai evaluasi otomatis tersimpan ke tabel nilai.

Refleksi Bab 6

Jawab dengan jujur. Tidak ada jawaban salah di sini!

Catatan untuk Guru

Hasil refleksi otomatis tersimpan di catatan harian siswa (kategori Akademik, berawalan [Refleksi Bab 6 Bahasa Indonesia]). Guru dapat melihat dan menghapusnya di tab Rekap Guru.

Rekap Guru

Data dari Database

Menampilkan data siswa Kelas 4: nilai tugas, refleksi, dan LKPD Bab 6 Bahasa Indonesia. Data dapat dihapus dengan kode guru.